Kamis, 07 November 2013

Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantation

Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantation, Siti Hartati Murdaya mengaku syok karena dibohongi karyawannya, mantan Direktur Manajer PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Totok Lestiyo yang kini menjadi terdakwa dugaan suap untuk mantan Bupati Buol, Amran Batalipu.

"Saya tidak menyangka Pak Toto yang telah bekerja kepada saya 33 tahun dan diberi kepercayaan menandatangani cek Rp 500 juta melakukan hal itu," ujar Hartati dalam kesaksiannya untuk Toto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Menurut Hartati, ia mempercayakan Toto untuk menandatangani cek Rp 500 juta dengan alasan untuk membeli sparepart pabrik yang lama tidak berfungsi karena didemo pendukung mantan Bupati Buol, Amran Batalipu.

Belakangan diketahui, uang itu ternyata bukan untuk membeli sparepart mesin pabrik. Setelah ditelusuri, bahwa uang yang keluar kemudian diketahui berjumlah Rp 3 miliar untuk membantu Amran kampanye ikut kembali pemilu kepala daerah kabupaten Buol.

Diakui Hartati, Toto lah orang yang memperkenalkan Amran kepadanya pertama kali di kantornya di Pekan Raya Jakarta. Saat itu ia sempat marah kepada Toto karena memaksanya untuk menemui Amran padahal Hartati sedang memimpin rapat direksi untuk persiapan PRJ.

Hartati menambahkan, ternyata uang untuk sparepart tidak digunakan semestinya setelah ada penangkapan oleh KPK. "Saya bersyukur KPK menangkap anak buah saya sehingga tahu kebobolan tiga miliar untuk dihamburkan," terangnya lagi.

Selasa, 01 Oktober 2013

Kritikan Jorge Lorenzo

Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, juga mengeluarkan kritikan terhadap Marc Marquez menyusul kecelakaan yang dialami Dani Pedrosa di MotoGP Aragon, Minggu 29 September 2013. Lorenzo menegaskan gaya membalap Marquez mengundang banyak risiko.

Marquez menuai banyak kritikan usai memenangi balapan di Aragon. Pembalap rookie 20 tahun itu menjadi penyebab kecelakaan yang dialami rekan setimnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa, saat balapan di Aragon memasuki lap 6.

Ketika itu, Marquez menyenggol bagian belakang motor Pedrosa di tikungan 12 ketika gagal mengerem tepat waktu. Akibat senggolan tersebut, kabel sensor kontrol cengkeraman ban belakang motor Pedrosa rusak. Alhasil, pembalap 28 tahun itu terlempar ke udara ketika berusaha untuk menarik gas.

Ini bukan kali pertama gaya membalap Marquez menciptakan kontroversi. Pada balapan di Jerez, 5 Mei 2013 lalu, Marquez menyenggol Lorenzo saat perebutan posisi 2.

"Marquez sangat agresif dan selalu mengambil risiko. Dia mengalami kecelakaan 10 kali. Dia bukan hanya mengambil risiko untuk dirinya sendiri, tapi juga membahayakan kita semua ketika berusaha menyalip," ujar Lorenzo kepada Motorcyclenews.

"Saya tidak melihat insiden kecelakaan Pedrosa, tapi saya pernah mengatakan hal yang sama usai kejadian di Jerez. Saya juga sangat agresif ketika tampil di 250cc dan saat musim pertama di MotoGP. Tapi, dengan cara marquez membalap, semuanya bisa terjadi," sambungnya.

Kasus kecelakaan Pedrosa saat ini sedang diinvestigasi pihak MotoGP. Direktur Balap MotoGP akan meminta keterangan dari Marquez dan Pedrosa di sela-sela balapan MotoGP Malaysia, 11-13 Oktober 2013.